Berita

MAN 2 Surakarta ke Istana Presiden.

Surakarta, 24/10/2018,

MAN 2 Surakarta adakan kegiatan kunjungan Resmi ke Istana Presiden Republik Indonesia Selasa, 23 Oktober 2018 di Istana Presiden Tampaksiring. Bali.

Dalam rangka mengenalkan siswa kepada Istana Presiden yang selama ini hanya melihat dan mengetahui melalui media cetak dan elektronik, maka sejumlah kurang lebih 350 siswa kelas XI dan 20 guru pendamping MAN 2 Surakarta dipimpin langsung oleh Kepala MAN 2 Surakarta (Nuri Hartono) bertolak mengadakan kunjungan ke Istana Presiden yang berada di wilayah Bali.

Selain kunjungan ke Istana Presiden di Bali sekaligus ada study banding di Pondok Pesantren Bina Insani Tabanan Bali. Yang notabene pondok pesantren berkembang pesat dan maju di tengah kehidupan umat Hindu.

Mengapa di Bali?

Di Indonesia selain istana presiden yang berada di Jakarta, Bogor, Jogyakarta juga di Pulau Bali adalah Istana yang syarat dengan Sejarah. Yang memprakarsai berdirinya istana ini adalah Presiden pertama Indonesia yaitu Presiden Sukarno dengan pertimbangan beliau menginginkan adanya tempat peristirahatan yang baik bagi Presiden Republik Indonesia beserta keluarganya dan untuk tamu – tamu negara, pertimbangan yang lain adalah di lokasi Tampaksiring merupakan tempat yang cukup sejuk (tidak terlalu dingin) dan letaknya yang jauh dari keramaian kota (jauh dari hiruk pikuk), cocok bagi sebuah tempat peristirahatan. Istana Presiden Tampaksiring dibangun secara bertahap, sebagai arsiteknya ialah R. M. Soedarsono dari Surakarta. yang pertama kali dibangun adalah Wisma Merdeka dan Wisma Yudistira pada tahun 1957, dilanjutkan pada tahun 1963 yaitu dengan berdirinya Wisma Negara dan Wisma Bima.

Tujuan utama pembangunan Istana Presiden Tampaksiring adalah tersedianya tempat peristirahatan bagi presiden beserta keluarganya dan bagi tamu-tamu negara. Yang pertama kali memanfaatkan tempat peristirahatan ini adalah Presiden pertama Indonesia yaitu Ir Soekarno, sedang tamu negara pertama yang menginap adalah Raja Bhumibol Adulyadej bersama permaisurinya Ratu Sirikit dari Thailand pada tahun 1960.

Pada bagian bangunan kompleks Istana terdiri atas Lima gedung utama dan bangunan -bangunan lainnya. Bangunan utama dibangun menyebar di atas lahan seluas 19 hektar, dua gedung utama diberi nama Wisma Merdeka dan Wisma Negara, gedung utama lain adalah wisma Yudhistira, wisma Bima dan gedung konferensi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan siswa tentang sejarah dibangunnya istana presiden dan fungsinya.

Dalam proses penerimaannya rombongan MAN 2 Surakarta disambut layaknya tamu negara, diterima secara protokoler,harus mentaati tatatertib yang ada di antaranya :

Berpakaian rapi dan sopan, mengajukan surat permohonan dan dilampirkan daftar nama pengunjung dan jumlahnya, pimpinan rombongan harus lapor dahulu kepada posko keamanan Istana, harus mengikuti petunjuk petugas /guide dan dilarang memakai sandal, celana pendek, kaos T-Shirt, celana dan rock mini, senjata tajam dan pistol, membawa makanan, mendokumentasikan melalui gambar bergerak /video, membawa tas. Rombongan dari MAN 2 Surakarta diizinkan masuk dengan dibagi menjadi 6 kelompok masing-masing kelompok didampingi satu guru pendamping dan satu orang guide yang sudah ditugaskan dari Istana. Setiap kelompok mengikuti alur yang sudah dikondisikan oleh petugas dari Istana, satu persatu dijelaskan tentang keberadaan gedung yang ada di Istana juga tanaman jenis pohon yang telah ditanam oleh para presiden dan tamu negara, disisi akhir rombongan diperlihatkan beberapa hewan peliharaan Istana yaitu berbagai jenis binatang rusa.Sebelum rombongan keluar istana salah satu guru pendamping (Sugiyono) dan dua orang siswa (Fajar dan Adit) diminta untuk masuk lapor kepada bagian posko keamanan istana presiden untuk diinterview/diwawancara tentang pelayanan Istana Presiden dalam menyambut tamu selama ini .

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.