Awali Rangkaian Milad ke-35, MAN 2 Surakarta Gelar Touring Peduli dan Salurkan Puluhan Tangki Air Bersih ke Pelosok Wonogiri
WONOGIRI — Mengawali rangkaian peringatan Hari Lahir (Milad) ke-35, keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta menggelar aksi kepedulian sosial bertajuk touring kemanusiaan, Minggu (27/9/2026). Puluhan guru dan tenaga kependidikan menempuh rute bermotor dari Kota Surakarta menuju kawasan selatan Jawa Tengah untuk menyalurkan bantuan air bersih, bahan pangan, serta sandang layak pakai bagi warga di Desa Klepu, Kelurahan Songbledeg, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri.
Kegiatan touring sosial ini menjadi pembuka dari rangkaian panjang perayaan milad madrasah yang puncaknya jatuh pada 27 Januari 2027 mendatang. Alih-alih sekadar menggelar seremoni di lingkungan sekolah, pihak madrasah memilih mengawali momentum kesyukuran usia ke-35 dengan menyasar langsung masyarakat di wilayah rawan kekeringan dan minim pasokan air bersih saat musim kemarau.
Perjalanan Menembus Jalur Selatan
Iring-iringan kendaraan roda dua yang dikendarai jajaran pendidik dan staf madrasah bertolak sejak pagi buta dari halaman kampus MAN 2 Surakarta. Rute panjang Solo–Paranggupito yang berjarak sekitar 90 kilometer ditempuh melalui medan perbukitan karst khas Pegunungan Sewu yang sarat tanjakan curam, kelokan tajam, serta cuaca terik.
Kendati jarak tempuh terbilang menantang, para peserta touring tiba di lokasi penyerahan bantuan di Desa Klepu sekitar pukul 10.30 WIB dengan lancar dan aman. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh puluhan warga setempat yang telah menanti sejak pagi di masjid bersama jajaran pengurus lingkungan.
Aksi sosial kemasyarakatan ini secara langsung dipimpin oleh Kepala MAN 2 Surakarta, Sukidi, yang ikut rombongan bermotor dari titik awal pemberangkatan hingga pelosok Paranggupito.
Salurkan 60 Tangki Air, Beras, dan Pakaian
Wilayah selatan Wonogiri, khususnya Kecamatan Paranggupito, secara geografis dikenal sebagai daerah perbukitan kapur yang kerap menghadapi defisit ketersediaan air tanah di setiap puncak musim kemarau. Menyikapi persoalan tersebut, MAN 2 Surakarta memusatkan paket bantuan utama berupa pasokan air bersih yang didatangkan menggunakan armada truk tangki secara bertahap.
Total bantuan yang didistribusikan dalam bakti sosial kali ini mencakup:
60 tangki air bersih siap konsumsi dan kebutuhan sanitasi harian yang dialirkan langsung ke bak-bak penampungan umum milik warga maupun fasilitas penampungan air hujan komunal dusun.
600 kilogram beras premium, dikemas rapi menjadi 120 paket sembako masing-masing seberat 5 kilogram untuk menjangkau keluarga penerima manfaat yang paling membutuhkan.
20 kardus pakaian pantas pakai yang telah disortir berdasarkan kategori usia dan kebutuhan sandang warga setempat.
Wujud Syukur Menjelang Tiga Setengah Dekade
Dalam sambutannya di hadapan warga dan aparat kewilayahan, Kepala MAN 2 Surakarta, Sukidi, menyampaikan rasa syukur mendalam sekaligus apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika madrasah yang telah menyisihkan rezeki, waktu, dan tenaganya demi menyukseskan aksi filantropi ini.
“Milad ke-35 yang puncaknya akan kita peringati bersama pada tanggal 27 Januari 2027 bukan semata-mata tentang perayaan seremonial pertambahan usia lembaga. Lebih dari itu, momentum tiga setengah dekade ini harus menjadi pengingat bagi kami semua di MAN 2 Surakarta untuk terus menghadirkan kemaslahatan nyata, melatih kepekaan sosial, dan mendekatkan institusi pendidikan kepada denyut persoalan masyarakat,” papar Sukidi.
Ia menambahkan, donasi yang dihimpun murni merupakan hasil gotong royong dan kepedulian keluarga besar madrasah—mulai dari dewan guru, karyawan, komite, hingga para pemerhati madrasah. “Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh guru dan karyawan MAN 2 Surakarta yang telah bergotong royong, baik yang menyumbang materi, tenaga, maupun yang ikut menempuh perjalanan darat menantang ini hingga tiba dengan selamat di Paranggupito,” lanjutnya.
Menurut Sukidi, touring bersama ini sengaja dipilih guna mempererat kebersamaan dan soliditas internal antarguru dan staf di luar rutinitas kedinasan kelas. Rasa lelah di perjalanan seketika terbayar saat melihat langsung air bersih mengalir ke penampungan warga yang sangat membutuhkan.
Apresiasi Masyarakat Paranggupito
Bantuan dari madrasah asal Kota Bengawan ini diterima langsung secara resmi oleh Koordinator Wilayah setempat, Haryanto, yang mewakili warga Desa Klepu dan sekitarnya.
Haryanto mengungkapkan rasa terima kasih dan keharuan atas kepedulian civitas akademika MAN 2 Surakarta yang bersedia menempuh jarak puluhan kilometer menggunakan sepeda motor demi mengantarkan bantuan ke wilayah perbatasan Jawa Tengah-DI Yogyakarta tersebut.
“Atas nama warga dusun dan seluruh masyarakat Desa Klepu, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar MAN 2 Surakarta. Bantuan 60 tangki air bersih, ratusan kilogram beras, serta pakaian pantas pakai ini sangat berarti dan tepat sasaran. Di tengah musim kering seperti saat ini, ketersediaan air bersih adalah kebutuhan paling vital bagi warga kami,” tutur Haryanto.
Ia menjelaskan bahwa topografi karst di wilayah Paranggupito membuat sumber air tanah berada sangat dalam, sehingga warga sangat bergantung pada pasokan air tangki swadaya dan bantuan donatur luar daerah saat curah hujan menipis. Hadirnya puluhan tangki air bersih dari MAN 2 Surakarta dinilai dapat meringankan beban ekonomi warga setempat yang selama ini harus merogoh kocek cukup dalam hanya untuk membeli pasokan air bersih eceran.
“Semoga kebaikan bapak dan ibu guru serta seluruh karyawan MAN 2 Surakarta dicatat sebagai amal ibadah yang berlipat ganda oleh Allah SWT. Kami mendoakan semoga di usia yang ke-35 ini, MAN 2 Surakarta semakin maju, berprestasi, dan senantiasa melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” pungkas Haryanto di akhir prosesi penyerahan.
Kegiatan touring bakti sosial ditutup dengan doa bersama antara civitas akademika MAN 2 Surakarta dan warga setempat, ramah tamah sederhana, serta pengecekan penyaluran armada truk tangki air ke bak penampungan dusun sebelum rombongan bertolak kembali menuju Kota Solo pada sore hari. Rangkaian kegiatan sosial dan edukasi lainnya dijadwalkan akan terus bergulir menyongsong peringatan puncak milad pada Januari 2027 mendatang.
