| | | | | | | | | |

Simbol Kepedulian: “Walikota Surakarta Serahkan Karya Siswa MAN 2 Surakarta Kepada Advokasi Difabel”

Wali Kota Surakarta, Respati Adi, secara resmi menyerahkan “Tuntun Laku”, sebuah tongkat sensor inovatif untuk penyandang tunanetra, karya siswa MAN 2 Surakarta, kepada dua perwakilan Tim Advokasi Difabel Kota Surakarta, Sriyati dan Wahid. Penyerahan ini berlangsung di Kantor Wali Kota Surakarta pada Selasa (29/7), disaksikan oleh sejumlah sekda, pendidik, pembimbing karya, dan pemerhati isu disabilitas.

Tongkat “Tuntun Laku” merupakan hasil karya besar siswa MAN 2 Surakarta yang dirancang sebagai alat bantu mobilitas bagi tunanetra. Dengan teknologi sensor yang mampu mendeteksi halangan di sekitar pengguna, alat ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan percaya diri saat berpindah tempat.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Respati Adi menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat inovasi para siswa. Ia menekankan bahwa karya seperti ini merupakan wujud nyata kontribusi generasi muda dalam menjawab tantangan sosial di masyarakat.

“Terus lakukan inovasi, jangan sampai berhenti di sini, karena produk ini masih bisa dikembangkan lagi pada titik yang lebih maksimal. Tetap asah potensi dan teruslah berkreasi,” pesan Respati kepada para siswa MAN 2 Surakarta.

Penyerahan tongkat ini juga menjadi simbol dukungan Pemerintah Kota Surakarta terhadap upaya inklusi dan pemberdayaan difabel melalui kolaborasi lintas sektor—antara dunia pendidikan, pemerintahan, dan komunitas sosial.

Perwakilan tim advokasi, Sriyati dan Wahid, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepedulian semua pihak. Mereka berharap “Tuntun Laku” dapat segera digunakan secara luas oleh komunitas tunanetra di Kota Surakarta.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *